Haii... Gimana kabar selama pandemi ? semoga semua selalu sehat. Kali ini aku mau ceritain pengalaman operasi sinusitis dan Konka hipertropi tepatnya di Januari 2021 kemarin. Penyakit hidung ini sebenernya udah lumayan lama sih, mungkin bisa di baca disini untuk historinya sendiri kenapa sampai harus di operasi. Awal sebenernya gak ada niat mau operasi hidung walaupun sudah lama mengidap pilek dan kawan-kawannya. Tapi sekitar beberapa bulan akhir 2020 ngerasa bangun tidur sesak nafas, nafasnya gak enaklah. Akhirnya mutusin untuk periksa paru, karena ada riwayat penyakit asma yang cukup untuk selalu sedia inhaler kemana-mana. Singkat cerita dokter spesialis paru menyatakan paru-paruku normal dengan asma terkontrol, mungkin penyebab asmanya adalah penyakit penyerta yang lain. Setelah diceritakan punya Sinusitis akhirnya dokter kasih rekomendasi untuk ke THT. Eh iya ini di RS. Siloam Bangka ya pemeriksaannya. Kasih bintang 5 deh untuk rumah sakitnya... Ketika di Dokter TH...
Hirarki Basis Data adalah salah satu model yang digunakan dalam pembuatan basis data. Ini adalah model tertua yang digunakan. Model ini mengorganisasikan data kedalam struktur seperti pohon. Data disimpan berdasarkan format hirarki (dari atas ke bawah atau bawah ke atas). Data direpresentasikan menggunakan sebuah hubungan parent-child (orangtua - anak). Pada DBMS Hirarki memungkinkan orangtua memiliki banyak anak, tetapi anak hanya memiliki satu orang tua. Dalam Hirarki Basis Data, Data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data ( field), rekaman ( record), Berkas ( File). Definisi dari ketiganya adalah sebagai berikut: Elemen (Kolom atau Field) : data adalah satuan terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain. Misalnya pada data siswa terdiri dari NIS, Nama, Kelas, Jenis Kelamin, dll. Rekaman (baris, tuple atau record) : merupakan gabungan sejumlah data yang saling terkait misalnya Siswa dengan NIS 0009123, Nama Adi Hidayat, Kelas XI RPL, Jenis Kelamin Laki-lak...
Jantungku berdetak kencang sekali, telapak tangan dingin, gak bisa diem, semua campur aduk. Hari itu Jumat, bada Ashar dia beserta keluarga akan datang untuk melamarku. Muka ku gak bisa dikondisikan, tegang, senang, takut, gelisah semua jadi satu. Momen ini datang juga, rasanya seperti mimpi, mimpipun gak pernah sih, jadi rasanya nano-nano. Ini aku tuliskan sebagai manifestasi bahwa satu momen penting dalam sebuah hubungan telah dilalui. Gak ada ekspektasi besar ketika bertemu dengannya, karena serangkaian kegagalan yang telah dilalui jadi membuat diri ini berfikir, ya... mungkin ini juga sebatas pertemuan biasa. Kita dipertemukan, seperti biasa teman ku bertanya via whatsapp (bayangkan saja ini jadi sebuah kebiasaan) mau gak berkenalan dengan laki-laki yang sedang mencari jodoh, disertakanlah fotonya beserta keluarga. Gak ada rasa apa-apa, ekspektasi apapun, ya aku jawab saja "boleh saja...". Long story short, kita janjian ketemuan di cafe, karena hari itu aku masih ada kerj...
Comments
Post a Comment