Posts

Showing posts with the label Curhat

Antara Ikhtiar dan Kepasrahan

Image
Aku sempat berpikir, mungkin pernikahan memang bukan untukku. Tidak semua orang menikah, pikirku. Jadi aku menjalani hari-hari dengan santai. Aku bekerja dengan versi terbaik diriku. Entah bagaimana, berbagai kesempatan dan peluang datang. Aku dipercaya bekerja dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Perlahan, hidup terasa baik. Tidak sempurna, tetapi cukup untuk membuatku bersyukur. Namun, bukan hidup namanya jika tidak ada ujian. Ketika semuanya terasa nyaman, ujian itu datang dari tempat yang tidak pernah kuduga. Dari lingkungan kerja. Tempat yang selama ini kupercaya dan tempat yang paling banyak menerima waktu, tenaga, dan pikiranku.  Seketika semuanya berubah menjadi salah paham. Prestasi yang sebelumnya dirayakan berubah menjadi kompetisi yang menyakitkan. Aku mulai melihat sisi lain dari hubungan kerja yang selama ini kuanggap baik-baik saja. Ada teman yang berubah menjadi lawan, rekan kerja yang memilih diam,  pimpinan yang tidak cukup mampu me...

Belajar dari Kemungkinan

Image
Hidup tetap berjalan seperti biasa, menyembuhkan luka ternyata butuh waktu yang panjang, tidak selesai dalam hitungan minggu atau bulan. Kadang progressnya terasa maju, kadang mundur tanpa aba-aba. Jika ada istilah hidup dengan mencoba dan berusaha, mungkin itu yang ku lakukan saat itu. Berusaha menjalani hidup dengan versi diri yang terbaik. Ada hari ketika aku merasa baik-baik saja, ada juga hari ketika semua hal terlihat salah. Di tengah proses itu, aku memilih untuk terus bergerak. Bekerja lebih keras dari sebelumnya. Namun fokusnya berubah, bukan lagi sekedar menjalani hidup, tetapi bagaimana memberikan yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain. Perlahan hidup mulai tertata. Karir berkembang, kondisi ekonomi membaik dan beberapa hal yang dulu hanya berani kubayangkan satu persatu mulai terwujud. Aku bisa berpergian ke tempat-tempat yang ingin ku kunjungi, bertemu dengan banyak orang hebat, dan menikmati berbagai pengalaman yang luar biasa. Hal-hal yang dulu terasa begitu jauh, p...

Menyadari Luka

Image
Memilih untuk menjadi diri sendiri tidak serta merta menyelesaikan segala hal, ada berbagai peristiwa hidup yang tetap harus dijalani. Belakangan aku paham, kalau semuanya mungkin memang harus dilewati jika ingin bertumbuh. Ketika masuk usia akhir dua puluhan, pernikahan mulai dipikirkan dengan serius. Sebelumnya aku hanya sibuk  berjuang, bekerja dan menjalani hidup saja. Pernikahan terasa seperti sesuatu yang masih jauh. Ada masa aku pernah bertemu seseorang yang membuatku berfikir mungkin ini orangnya. Kami bicara banyak hal, satu frekuensi jadi ngobrol nyambung. Keluarga juga sempat saling mengenal, dan membahas rencana pernikahan. Namun, semuanya berakhir tanpa kejelasan. Beberapa waktu kemudian, aku menerima undangan pernikahan dari seorang teman. Saat melihat nama dan foto mempelai pria, aku terpaku dan diam cukup lama. Ternyata laki-laki yang bicara tentang pernikahan denganku kemarin adalah orang yang akan menikah dengannya. Setelah diusut ternyata dia melakukan itu ke beb...

Tentang Kebisaan dan Pandangan Orang Lain

Image
Banyak hal yang terjadi ketika melewati masa kecil, remaja dan beranjak dewasa. Kehilangan Bapak mungkin jadi salah satu alasan kenapa anak kecil yang beranjak remaja ini belajar untuk tidak terlalu menyusahkan orang lain. Perlahan, itu menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa. Rasanya, setiap remaja pasti punya banyak keinginan. Tapi, karena cukup sadar dengan kondisi ekonomi, ketika punya keinginan biasanya dipikirkan berkali-kali sebelum disampaikan ke ibu. Dan kalau ada masalah di luar, sebisa mungkin  menyelesaikannya sendiri agar tidak menambah beban di rumah.  Tanpa sadar, kebiasaan itu membentukku menjadi seorang yang sangat mandiri, dan jarang minta bantuan ke orang lain, sungkan lebih tepatnya.  Mungkin faktor itulah yang membuatku terbiasa memikirkan banyak hal sendiri. Jadi ketika menjalani hubungan, cenderung lebih tenang dan realistis. Tidak terlalu banyak berekspektasi atau terlarut dalam perasaan. Walaupun pada akhirnya, ada ujian juga disana. Tentang ...

Luka Masa Kecil

Image
Aku tumbuh bersama empat saudara perempuanku dan seorang ibu yang tangguh, bahkan nama grup keluarga kami Wonder Woman. Sempat kami berunding untuk mengganti nama ini, karena kesannya kami terlalu tangguh, namun urung. Mungkin secara gak sadar kami hidup dengan cara itu Peran laki-laki dalam hidup kami sangat sedikit bahkan hampir tidak terasa. Bapakku berpulang ketika aku masih 12 tahun, dan momen kepergiannya masih  sangat melekat diingatan karena aku menyaksikan sendiri bagaimana ketika beliau sakit hingga berpulang. Aku anak ke 2 dari 5 bersaudara perempuan, jadi ketika ditinggal kami masih kecil. Bapak kerja di Pertamina, gak tau bagian apa tapi ibu cerita beliau yang membersihkan tangki pertamina yang bulat besar itu. Selain itu, bapak juga ngelimbang timah, kami sering bantu dulu kalau liburan. Kami main ke “ wasre ” bantu bapak ambil tanah dan siram air ke sakan untuk dapat timah. Yang ku ingat Bapak juga sering antar kita naik sepeda ontel ke sekolah, atau jalan-jalan ke...

Kenapa aku cerita ini?

Image
Jodoh bukanlah urusan sederhana. Perjalanan menuju satu kata itu panjang dan berliku, bahkan ketika sudah sampai di jenjang pernikahan pun, pembuktian itu rasanya belum benar-benar selesai. Sekarang usiaku menjelang 38 tahun dan aku  ingin menceritakan bagaimana sampai di titik ini. Sebagai kenangan untuk diriku sendiri, juga sebagai teman bagi perempuan yang sedang menempuh perjalanan yang sama. Tulisan ini dibuat bukan karena pernikahan adalah akhir dari segalanya. Justru karena perjalanan menuju titik ini terasa begitu panjang, rumit, dan mengubah banyak hal dalam diriku.  Selama ini aku mudah sekali mengapresiasi perjuangan orang lain, tetapi jarang berhenti untuk melihat diriku sendiri. Ternyata ada begitu banyak hal yang sudah kulewati untuk sampai di tahap ini. Mungkin dari tulisan ini adalah salah satu caraku mengingat semuanya. Tentang kehilangan, ketakutan, harapan, luka, dan bagaimana semua itu perlahan membentuk cara pandangku tentang hubungan manusia dan kehidupan...

Aku Di Lamar

Image
Jantungku berdetak kencang sekali, telapak tangan dingin, gak bisa diem, semua campur aduk. Hari itu Jumat, bada Ashar dia beserta keluarga akan datang untuk melamarku. Muka ku gak bisa dikondisikan, tegang, senang, takut, gelisah semua jadi satu. Momen ini datang juga, rasanya seperti mimpi, mimpipun gak pernah sih, jadi rasanya nano-nano. Ini aku tuliskan sebagai manifestasi bahwa satu momen penting dalam sebuah hubungan telah dilalui. Gak ada ekspektasi besar ketika bertemu dengannya, karena serangkaian kegagalan yang telah dilalui jadi membuat diri ini berfikir, ya... mungkin ini juga sebatas pertemuan biasa. Kita dipertemukan, seperti biasa teman ku bertanya via whatsapp (bayangkan saja ini jadi sebuah kebiasaan) mau gak berkenalan dengan laki-laki yang sedang mencari jodoh, disertakanlah fotonya beserta keluarga. Gak ada rasa apa-apa, ekspektasi apapun, ya aku jawab saja "boleh saja...". Long story short, kita janjian ketemuan di cafe, karena hari itu aku masih ada kerj...

Tuhan kirimkan aku cinta

 Rasanya waktu berjalan begitu cepat, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan hingga tahun. Semua berlalu, umur, hubungan dengan manusia, sampai dengan hubungan dengan Tuhan. Aku percaya Tuhan itu ada, dan dia yang mengatur seluruh isi semesta. Usia di hitungan manusia sudah masuk kategori dewasa, dimana setiap kehidupan akan selalu dikomentari, begitupun halnya aku yang juga hidup selalu dikomentari oleh orang lain bahkan diri sendiri. Apa yang sudah aku capai, apa yang akan aku lakukan nantinya, apa harapanku. Hela nafas panjangku... tanda aku lelah dengan semua yang ada dalam pikiranku. Aku begitu penasaran kenapa orang begitu tentang cinta terhadap lawan jenis, karena aku sampai dengan saat ini masih belum pernah merasakan hal itu. Apa aku tidak bisa jatuh cinta? Apa hatiku begitu kaku dan mati untuk seorang laki-laki, sehingga sulit bagiku untuk memulai sebuah hubungan? Apa yang salah dengan diriku sendiri? Kenapa aku tidak merasakan,...

Day 24 : Lesson I've Learrn | Pelajaran yang didapatkan

Image
 Selama hidup banyak sekali pelajaran yang didapatkan, terutama setelah usia sudah menginjak dewasa.  Usia Anak-anak (6 -12 tahun)   Memang usia bermain, hidup gak ada beban, paling berantem sama teman dan kesal karena sesuatu. Tetapi memori di usia ini sangat mempengaruhi ketika dewasa, apakah kita punya trauma di masa kecil, memori yang tersimpan secara tidak sadar mempengaruhi pandangan dan gaya hidup. Mungkin tidak semua orang merasakannya, tapi kebanyakan menyimpan luka masa kecil yang harus segera disadari, berdamai dan disembuhkan agar tidak berdampak panjang. Usia remaja (13 - 18 tahun)   Cobaan datang dari dalam keluarga itu sendiri, entah itu karena pertengkaran orang tua, ditinggal orang tua, mulai jatuh cinta dan tidak kesampaian, problematika remaja yang terkadang sulit dimengerti orang dewasa.  Usia ini merasa paling benar, paling menderita, paling terluka sehingga terkesan sangat egois. Mungkin tidak semua, tetapi kebanyakan merasakannya. Sa...

Day 23 : Letter To Someone

Image
 Kepada seseorang yang akan jadi masa depanku Aku menunggu lama untuk bertemu denganmu Sejujurnya ada rasa ragu apakah kita akan segera bertemu Pertanyaan bermunculan di kepala ku Siapakah kamu? Kapan kita akan bertemu? Bagaimana kita bertemu? Bagaimana aku yakin itu kamu orang yang aku cari? Apakah kamu merasakan hal yang sama? Kamu tau disini aku terus berdoa Berharap waktu segera berlalu, agar tiba masa itu Tapi semakin waktu berlalu, semakin menipis pula waktu hidupku Apa kita masih diberikan waktu untuk bertemu  Bagaimanapun, tak ada yang bisa aku lakukan selain menantimu Entah apakah mungkin kita pernah saling bertemu dan berpapasan Atau sebenarnya kita dekat tapi masih ada dinding penyekat Beberapa kali aku bertemu dengan orang yang salah Demi menemukanmu Kemudian aku menjawab sendiri "Ternyata bukan kamu" Doakan aku ya... Mungkin di doa sepertiga malam mu Ini malam ke - 11 Ramadhan tahun 1442 H Aku sedang tidak bisa ibadah sekarang Tetapi, Aku harap doa kita m...

Day 22 : About Today

Image
 Tentang Hari ini... Hari ini Kamis, 22 April 2021 Jadwal kerja seperti biasa, hanya saja di sekolah sedang ada remedial Ujian Kompetensi Kejuruan RPL. Pagi jam 8 ada rapat persiapan kelulusan siswa, tapi gak bisa ikut sampai selesai karena harus nguji di lab. Efek pandemi Covid-19 memberi dampak yang luar biasa bagi pendidikan, tantangan menjadi lebih besar tidak hanya bagi guru tapi juga terutama bagi siswa itu sendiri. Hasil belajar secara daring selama pandemi dapat dilihat hasilnya selama Ujian. Dari 32 siswa hanya 8 orang yang lulus. Hasil yang sebenernya sudah diprediksi buruk tapi tidak menyangka akan seburuk ini. Pandemi membuat wajah pendidikan totally change.  Guru tidak bisa mendampingi siswa secara maksimal, yang akhirnya ini menyebabkan siswa mencari jalan sendiri agar bisa paham pelajaran atau bisa menyelesaikan tugas. Ujian ini sendiri sebenarnya sudah dipersiapkan selama sebulan sebelumnya, tapi biasanya siswa mengerjakan itu di sekolah dan didampingi jika a...

Day 21 : About LOVE

Image
 Tentang Cinta Cinta  adalah suatu  emosi  dari  kasih sayang  yang kuat dan ketertarikan pribadi. Cinta juga dapat diartikan sebagai suatu perasaan dalam diri seseorang akibat faktor pembentuknya. Dalam konteks filosofi cinta merupakan sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut. Itu definisi cinta menurut Wikipedia Jujur saja, untuk mendefinisikan cinta dalam hidup ini secara pribadi sangat sulit. Terkadang diri ini menutupi kenyataan bahwa sebenarnya sayang terhadap seseorang. Cinta bagiku adalah sebuah rasa yang kompleks dimana itu sulit untuk diungkapkan, sulit untuk ditunjukan dan sulit untuk dinyatakan. Bukan karena tidak bisa tetapi karena tidak biasa...

Day 20: My Celebrity Crush

Image
  Selebriti yang diidolakan apa yang ditaksir ya... Jawabannya gak ada, biasa aja sih. Karena emang gak pernah sampai mengidolakan gimana-gimana. Eh iya dulu waktu zaman masih SMP kali ya, pernah tulis nama artis idola di buku diary. artis favorit laki-laki Egi Jhon Foresyte kalau perempuannya Marshanda. sekarang sih udah gak ngikutin lagi perkembangan Udah dewasa gini, sepertinya gak ada lagi figur selebritas yang dikagumi. Eh iya kalau untuk bikin semangat ada tuh artis Korea So Ye Jin, usia beliau udah hampir 40 tapi masih fresh dan tetap berkarya. Masih mencari cinta juga hahaha Jadi kadang kalau mau menghibur diri suka bilang ke diri sendiri. "Eh mereka aja santai lo..." Kalau dari segi keyakinan pastinya yang paling populer "Nabi Muhammad SAW" manusia paling terkenal sejagat raya dan memiliki pengikut menyebar di seluruh dunia. Ngerasain dekat dengan Rasul itu ya ketika bisa berkunjung ke makam beliau "Raudah" di Masjid Nabawi Madinah. Proses mer...

Day 19 : My First Love

Image
Cinta Pertama... Kapan ya?? Mungkin ketika sadar bahwa ada rasa kehilangan yang sangat berat dirasakan ketika Bapak berpulang, Berdasarkan ingatan yang tersisa, bahwa kesadaran cinta itu adalah kepada orang tua dan ketika ia pulang sakitnya menanggung rindu yang tak berujung sangat luar biasa. Cinta itu rasa yang sulit diukur, bagi introvert kadang ini menjadi sulit untuk diterjemahkan dan diekspresikan dalam kehidupan.  Jadi jelas jawaban cinta pertama ku adalah kepada orang tua sendiri. Seiring beranjak dewasa mulai ada yang datang dan pergi dalam hidup, tentu konteksnya adalah lawan jenis. Bukan hal yang mudah untuk aku katakan bahwa aku mencintai seseorang. Dan sepertinya hingga kini definisi cinta itu sendiri untuk "dia" belum bisa terpecahkan. Karena hidup dilahirkan dan diajarkan memiliki keyakinan, maka cinta kepada Allah adalah sesuatu yang berusaha untuk dijaga sekali. Bagaimana rasa cinta ini membuat diri ini mau untuk belajar serta mentaati setiap ajaran dan me...

Day 18 : Thirty Facts About My Self

Image
30 Fakta Tentang Aku Aku seorang guru SMK  Anak ke 2 dari 5 bersaudara perempuan semua Aku tipe introvert  Aku tinggal di salah satu pulau di Indonesia "Kepulauan Bangka Belitung" Seluruh pendidikan ditempuh di kampung halaman Pernah merantau ke Batam untuk kerja sebagai buruh pabrik Suka Travelling dan sudah ke 3 Negara dan beberapa Provinsi di Indonesia Gak suka update status di sosial media Suka laut dan angin pantai Suka warna biru dan putih Gak pernah Clubbing Suka baca buku terutama buku Biografi dan Fiksi Pakai kerudung sudah dari SMA tepatnya tahun 2004 Suka drama korea tapi bukan KPopers dan gak suka itu Suka film bergenre drama, action, dan science fiction Alergi dingin Suka bersin dan pilek juga udah pernah operasi hidung Lagi belajar investasi di Reksadana dan Pasar Modal Pengen jadi superhero Nama grup keluarga kita "Wonder Woman" Makanan kesukaan Bakso dan banyak lagi, kecuali makanan manis Olahraga yang "cukup" bisa dilakuka...

Day 17 : Ways To Win My Heart

Image
  Cara untuk memenangkan hatiku Apa ya?? hahaha  Kalau konteksnya adalah hubungan berlawanan jenis, hemmmh nyambung di ajak ngobrol kali ya... terus... kalau dari segi penampilan rapi aja sih, standar aja kan itu. Karena pada dasarnya pendiam jadi kalau ketemu sama yang banyak ngomong gak jelas ngeselin sih, walau sebenernya pasti dengerin juga. Tapi buat awal "nyambung di ajak ngobrol" butuh effort juga haha, kadang suka bingung sama diri sendiri, susah buat mulai. Makanya gak jadi-jadi kali ya hahaha. Kalau gak pun liat seseorang yang karismatik gitu bisa klepek klepek juga sih, tapi gak pernah nunjukin hehehe. Rada ribet ya, ngurusin hati.  Karena pada dasarnya cuek sekali, jadi gak gampang naruh perhatian ke sesuatu. Buat matahin cueknya ini juga masih jadi PR buat diri sendiri. Kalau terlalu cuek sama lingkungan sekitar juga gak baik kan... 

Day 16 : Someone I Miss

Image
  Seseorang yang dirindukan the one and only "My Father" Sejak kecil ditinggal Bapak, membuat ku lupa bagaimana rasanya punya bapak. Bagaimana setelah kepergiannya membuat segala hal berubah dan membentuk karakter diri seperti sekarang ini. Bukan salah Bapak pergi lebih dulu, karena waktunya tinggal di dunia sudah habis. Hanya saja kehilangan sosok penting itu membuat ku rindu setengah mati, berharap ia kembali tapi tak mungkin. Terkadang berharap bermimpi hanya sekedar melepas rindu tapi itu tak pernah tercapai. Pernah dulu di datangi lewat mimpi. Kejadiannya seperti ia baru meninggal, hanya saja ketika ia tertidur dan aku disampingnya, ia berkata, "Desty... kamu bisa, Kamu harus bisa..." Sudah itu saja, lantas ia tertidur kembali seperti orang meninggal pada umumnya.  Kata-kata ini jadi penguat, entah apa karena memang saat itu aku membutuhkannya, atau memang ia menitipkan pesan itu untuk aku menjalani hidup ini dengan kuat dan bermartabat. 

Day 15 : If You Could Run Away, Where Would You Go?

Image
Jika harus lari, aku harus pergi kemana ? Hemmmh  Ada satu tempat yang sudah pernah aku kunjungi dan memberikan ketenangan batin luar biasa ketika disana, bahkan aku siap mati disana. Tempat itu adalah "Masjidil Haram" Mekkah. Pengalaman spiritual disana sangat membekas, duduk diam terpekur menghadap ka'bah dan berserah diri adalah suatu hal luar biasa dan istimewa yang tidak semua orang bisa merasakan. Gak ada lagi terpikirkan masalah dunia yang selama ini di khawatirkan. Tapi untu kesana butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Beda Negara pastinya banyak hal yang harus diurusi. The Best Place in the world yang bisa dirasakan, dilihat dan dinikmati. Tentunya pengalaman spiritual masing-masing orang berbeda ya, maka untuk merasakannya mereka harus kesana. Kalaupun itu terlalu jauh, Pantai adalah salah satu cara melepaskan penat dan beban pikiran. Duduk menghadap laut, ditemani semilir angin pantai atau didampingi makan bakso dan jagung bakar bisa jadi tempat pelari...

Day 14 : Describe Your Style

Image
Hemmh gaya ya... Cenderung simple, gak mau neko-neko.  Kalau dari segi Fashion, masih kategori jadul hahaha. Simple aja atasan kemeja bawahan rok atau celana, karena berkerudung tambah kerudung dengan warna sesuai. misal agak resmi pakai blazer. Gak suka warna-warna terang. Warna kalem favorit, kecuali baju di kasih untuk dipakai hari-hari khusus. Full Make up jarang sekali, sehari-hari cuma pake bedak sama lipstik doang. Pernah di kasih alat make up ujung-ujungnya expired. Tapi mau coba lagi lah, belajar full make up sendiri entah untuk apa keperluan nantinya. Telat banget ya belajarnya hahaha...

Day 13 : Favourite Book

Image
  Buku Favorit,  Baru selesai baca satu buku karya Alamanda, mantan CTO Gojek sekarang buka Binar Academy, Judul bukanya "Purpose".  Kalau sekarang ya buku ini salah satu favorit karena setelah baca buku ini jadi pengen buka Academy sendiri. Buku ini bikin insight baru dari cara berfikir ditambah lagi penulis perempuan seumuran dan senasib, sama-sama masih single. Hahaha setidaknya ada kesamaan. Karena background ku di Rekayasa Perangkat Lunak cukup lama, sudah hampir 7 tahun mengajar di jurusan itu. Dengan segala suka dan duka yang ada. Sekarang entah bagaimana caranya pengen buka Academy untuk mereka yang bersemangat untuk belajar pemrograman, bukan hanya karena terpaksa belajar. Rasanya impact yang dihasilkan harusnya jadi lebih besar, setidaknya semua harus dicoba ya... Buku yang merubah pola pikir juga "Madilog" karya Tan Malaka, walaupun bukan punya buku aslinya "maafkan ya". Buku ini bagus sekali menjelaskan tentang logika berfikir manusia da...