Belajar dari Kemungkinan
Hidup tetap berjalan seperti biasa, menyembuhkan luka ternyata butuh waktu yang panjang, tidak selesai dalam hitungan minggu atau bulan. Kadang progressnya terasa maju, kadang mundur tanpa aba-aba. Jika ada istilah hidup dengan mencoba dan berusaha, mungkin itu yang ku lakukan saat itu. Berusaha menjalani hidup dengan versi diri yang terbaik. Ada hari ketika aku merasa baik-baik saja, ada juga hari ketika semua hal terlihat salah. Di tengah proses itu, aku memilih untuk terus bergerak. Bekerja lebih keras dari sebelumnya. Namun fokusnya berubah, bukan lagi sekedar menjalani hidup, tetapi bagaimana memberikan yang terbaik dan bermanfaat bagi orang lain. Perlahan hidup mulai tertata. Karir berkembang, kondisi ekonomi membaik dan beberapa hal yang dulu hanya berani kubayangkan satu persatu mulai terwujud. Aku bisa berpergian ke tempat-tempat yang ingin ku kunjungi, bertemu dengan banyak orang hebat, dan menikmati berbagai pengalaman yang luar biasa. Hal-hal yang dulu terasa begitu jauh, p...