Menyadari Luka
Memilih untuk menjadi diri sendiri tidak serta merta menyelesaikan segala hal, ada berbagai peristiwa hidup yang tetap harus dijalani. Belakangan aku paham, kalau semuanya mungkin memang harus dilewati jika ingin bertumbuh. Ketika masuk usia akhir dua puluhan, pernikahan mulai dipikirkan dengan serius. Sebelumnya aku hanya sibuk berjuang, bekerja dan menjalani hidup saja. Pernikahan terasa seperti sesuatu yang masih jauh. Ada masa aku pernah bertemu seseorang yang membuatku berfikir mungkin ini orangnya. Kami bicara banyak hal, satu frekuensi jadi ngobrol nyambung. Keluarga juga sempat saling mengenal, dan membahas rencana pernikahan. Namun, semuanya berakhir tanpa kejelasan. Beberapa waktu kemudian, aku menerima undangan pernikahan dari seorang teman. Saat melihat nama dan foto mempelai pria, aku terpaku dan diam cukup lama. Ternyata laki-laki yang bicara tentang pernikahan denganku kemarin adalah orang yang akan menikah dengannya. Setelah diusut ternyata dia melakukan itu ke beb...