Antara Ikhtiar dan Kepasrahan
Aku sempat berpikir, mungkin pernikahan memang bukan untukku. Tidak semua orang menikah, pikirku. Jadi aku menjalani hari-hari dengan santai. Aku bekerja dengan versi terbaik diriku. Entah bagaimana, berbagai kesempatan dan peluang datang. Aku dipercaya bekerja dalam berbagai kegiatan, baik di tingkat lokal maupun nasional. Perlahan, hidup terasa baik. Tidak sempurna, tetapi cukup untuk membuatku bersyukur. Namun, bukan hidup namanya jika tidak ada ujian. Ketika semuanya terasa nyaman, ujian itu datang dari tempat yang tidak pernah kuduga. Dari lingkungan kerja. Tempat yang selama ini kupercaya dan tempat yang paling banyak menerima waktu, tenaga, dan pikiranku. Seketika semuanya berubah menjadi salah paham. Prestasi yang sebelumnya dirayakan berubah menjadi kompetisi yang menyakitkan. Aku mulai melihat sisi lain dari hubungan kerja yang selama ini kuanggap baik-baik saja. Ada teman yang berubah menjadi lawan, rekan kerja yang memilih diam, pimpinan yang tidak cukup mampu me...