Kenapa aku cerita ini?
Jodoh bukanlah urusan sederhana. Perjalanan menuju satu kata itu panjang dan berliku, bahkan ketika sudah sampai di jenjang pernikahan pun, pembuktian itu rasanya belum benar-benar selesai. Sekarang usiaku menjelang 38 tahun dan aku ingin menceritakan bagaimana sampai di titik ini. Sebagai kenangan untuk diriku sendiri, juga sebagai teman bagi perempuan yang sedang menempuh perjalanan yang sama.
Tulisan ini dibuat bukan karena pernikahan adalah akhir dari segalanya. Justru karena perjalanan menuju titik ini terasa begitu panjang, rumit, dan mengubah banyak hal dalam diriku. Selama ini aku mudah sekali mengapresiasi perjuangan orang lain, tetapi jarang berhenti untuk melihat diriku sendiri. Ternyata ada begitu banyak hal yang sudah kulewati untuk sampai di tahap ini.
Mungkin dari tulisan ini adalah salah satu caraku mengingat semuanya. Tentang kehilangan, ketakutan, harapan, luka, dan bagaimana semua itu perlahan membentuk cara pandangku tentang hubungan manusia dan kehidupan. Pastinya cerita kita berbeda, tetapi siapa tahu ada perempuan lain di luar sana yang sedang berjalan di perjalanan panjangnya menemukan dirinya ataupun jodohnya.
H-25 menuju pernikahan terasa mendebarkan sekaligus menakutkan. Ada banyak pertanyaan yang muncul dalam benak, apakah semuanya akan berjalan lancar? Apakah ini akan benar terjadi? Setelah semua hal yang pernah kulewati, apakah akhirnya aku akan sampai pada momen yang disebut dengan pernikahan?

Comments
Post a Comment