Tuhan kirimkan aku cinta
Rasanya waktu berjalan begitu cepat, menit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti minggu, minggu berganti bulan hingga tahun. Semua berlalu, umur, hubungan dengan manusia, sampai dengan hubungan dengan Tuhan.
Aku percaya Tuhan itu ada, dan dia yang mengatur seluruh isi semesta. Usia di hitungan manusia sudah masuk kategori dewasa, dimana setiap kehidupan akan selalu dikomentari, begitupun halnya aku yang juga hidup selalu dikomentari oleh orang lain bahkan diri sendiri.
Apa yang sudah aku capai, apa yang akan aku lakukan nantinya, apa harapanku. Hela nafas panjangku... tanda aku lelah dengan semua yang ada dalam pikiranku.
Aku begitu penasaran kenapa orang begitu tentang cinta terhadap lawan jenis, karena aku sampai dengan saat ini masih belum pernah merasakan hal itu.
Apa aku tidak bisa jatuh cinta?
Apa hatiku begitu kaku dan mati untuk seorang laki-laki, sehingga sulit bagiku untuk memulai sebuah hubungan?
Apa yang salah dengan diriku sendiri?
Kenapa aku tidak merasakan, seperti yang orang lain rasakan?
Tuhan... jika memang cinta itu butuh izin darimu, izinkan aku untuk jatuh cinta kepada orang yang tepat, usiaku tak lagi muda untuk mulai mencari cinta apakah ini yang dikatakan terlambat?
Tuhan... izinkan aku merasakan apa yang orang lain rasakan, jika memang hatiku mati bantulah aku menghidupkannya, jika memang ia butuh waktu bantu aku menemukannya.
Jika aku boleh meminta dengan waktu seperti yang orang katakan, bahwa aku harus yakin menemukannya tahun ini. Izinkanlah aku bertemu dengan orang yang tepat tahun ini, yakinkanlah diriku untuk menentukan lelaki terbaik yang bisa membimbinh dan mendampingi hidupku.
Comments
Post a Comment